Search

Tengok Tiongkok, Jalan Tol Indonesia Masih Kurang Panjang

Jakarta: Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyebut pengkritik proyek infrastruktur khususnya jalan tol tidak memahami teori ekonomi makro. Dia mengatakan bahwa jalan tol di indonesia masih kurang jika dibandingkan dengan Tiongkok sebagai negara maju.

"Silakan ada orang ngomong kepada saya, pak kita enggak mau makan jalan tol. Ya kalau enggak ngerti teori ekonomi makro sulit saya menjelaskan," kata Joko Widodo (Jokowi) dikutip dari Antara, Minggu, 3 Februari 2019.

Ia menambahkan, mereka yang memang susah terlanjur benci atau tidak senang, maka kebijakan apapun sulit untuk diterima. Bahkan, untuk menerima penjelasan saja sulit untuk dilakukan.

"Kalau memang benci dan enggak senang, dijelaskan kayak apa ya enggak nyambung," katanya.  

Di hadapan sekitar 1.500 pengusaha dari berbagai wilayah di Jawa Tengah itu, Jokowi menceritakan soal jalan tol, di mana pada 1978 Indonesia memulai pembangunan jalan tol Jagorawi sepanjang kurang lebih 50 km.  

"Negara lain melihat kita semuanya. Malaysia lihat jalan tol apa sih manajemennya seperti apa, konstruksinya seperti apa, kelolanya seperti apa. Pada tengok, Malaysia lihat, Thailand lihat, Vietnam lihat, Tiongkok lihat, Filipina lihat. Lihat semuanya," jelas dia.

Tapi setelah 40 tahun sampai 2014, kata dia, Indonesia baru membangun sepanjang 780 km.

"Sudah 40 tahun baru 780 km. Kita sampai akhir 2018 sudah 782 km. Tetapi akhir tahun ini hitungan kita akan mendapatkan angka 1.854 km. Itu jangan ditepuktangani, karena saya anggap ini masih lambat, meski sudah kerja pagi malam pagi, tiga shift," katanya.

Ia meminta semuanya untuk melihat Tiongkok yang dalam periode singkat mampu membangun jalan 280 ribu km.

Padahal jika Indonesia telah memiliki jalan tol yang lebih banyak, kecepatan distribusi barang, mobilitas orang akan bersaing dengan negara lain.

Ia menambahkan, jika proyek infrastruktur telah rampung maka langkah selanjutnya adalah pembangunan SDM secara besar-besaran.

"Jangan sampai kalau yang infrastruktur kita bangun tapi SDM-nya tidak, kita akan masuk pada jebakan 'middle income trap'. Berbahaya sekali," katanya.

Mereka yang hadir sangat antusias dan tak henti bersorak serta bertepuk tangan saat Jokowi berpidato.

 

(SAW)


Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2Tt9T9X

February 03, 2019 at 12:32PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Tengok Tiongkok, Jalan Tol Indonesia Masih Kurang Panjang"

Post a Comment

Powered by Blogger.